Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 September 2010

Bermain dengan 3D di Photoshop

Adobe Photoshop tidak cuma bisa dimanfaatkan untuk memanipulasi foto atau gambar. Di edisi CS4 Extended, aplikasi ini menyediakan pula fasilitas untuk menciptakan gambar tiga dimensi (3D). Meski sederhana, hasilnya cukup ciamik serta praktis digunakan.

Beberapa bentuk 3D siap-pakai, mulai dari bentuk kotak, bola, donat, hingga kaleng bisa kamu manfaatkan. Tinggal pilih foto, klik beberapa opsi, gambar 3D bisa langsung tercipta.

Sebagai contoh, PCplus akan mengajak kamu membuat kelereng keramik (marble). Mengubah tekstur keramik menjadi bola bisa kita lakukan dengan sedikit langkah saja.

Sudah siap mencoba? Mari kita mulai saja.

1. Buatlah sebuah dokumen gambar baru. Ukuran dan resolusinya bebas. Jika nantinya ingin dicetak, pilihlah resolusi 300 pixels/inch. Jika sudah, siapkan foto atau gambar tekstur yang akan diterapkan pada gambar 3D.

2. PCplus memperoleh gambar tekstur marmer ini dari internet. Dengannya, PCplus akan membuat sebuah kelereng dari marmer. Masukkan gambar dengan mengklik [File] > [Place…]. Cari dan pilih gambar yang dipakai, lalu klik [Place].

3. Setelah gambar masuk, tekan [Enter]. Pilihan bentuk 3D tersedia di menu [3D] > [New Shape From Layer]. Di sini tersedia sejumlah bentuk 3D yang bisa dipakai secara langsung, mulai bentuk kubus, bola, hingga kaleng soda.

4. Untuk menyulap gambar tekstur marmer tersebut menjadi bola kelereng, klik [3D] > [New Shape From Layer] > [Sphere]. Tunggu beberapa saat hingga gambar bola 3D bertekstur gambar pilihan Anda muncul.

5. Kini dua tool 3D di toolbox sudah dapat digunakan. Untuk mengolah gambar, manfaatkan tool di jajaran “3D Rotate Tool”. Fitur ini terdiri dari lima tool, yakni 3D Rotate Tool (berfungsi untuk merotasi bentuk 3D ke segala arah), 3D Roll Tool (merotasi bentuk 3D secara satu arah), 3D Pan Tool (mengubah atau menggeser posisi bentuk 3D), 3D Slide Tool (mengubah posisi dan ukuran bentuk 3D), dan 3D Scale Tool (mengubah ukuran bentuk 3D).

6. Supaya tampil lebih realistis, aturlah pencahayaan bentuk 3D yang Anda buat. Manfaatkan panel 3D untuk mengelola gambar. Untuk memunculkannya, klik [Window] > [3D]. Untuk menambahkan efek cahaya, klik tab [Filter: By Lights] berikon bohlam.

7. Ada tiga jenis pencahayaan yang disediakan, yakni Point, Spot, dan Infinite. Biasanya, pencahayaan secara default adalah Infinite. Nah, untuk membuat pencahayaan baru, klik tombol berikon lembaran kertas di panel “3D”, lalu pilih jenis pencahayaan yang dibutuhkan.

8. Sebuah layer cahaya baru akan muncul. Klik layer baru tersebut, lalu atur intensitas pencahayaannya melalui menu “Intensity”. Anda bisa mengatur jatuhnya cahaya memakai tool yang ada di panel properties layer cahaya.


Makin Realistis Makin Bagus

Refleksi pantul bisa diutak-atik lagi supaya tampilannya makin realistis. Ubah layer 3D menjadi gambar dengan mengklik-kanan layer tersebut di panel “Layers”, lalu pilih [Rasterize]. Gandakan layer berisi gambar 3D dengan mengklik layer “Background”, lalu tekan tombol [Ctrl] + [J]. Klik [OK] di boks notifikasi yang muncul.

Karena kondisi refleksi selalu terbalik dari posisi foto utama, Anda harus merotasinya. Klik layer duplikasi, lalu klik [Edit] > [Transform] > [Flip Vertical]. Jika gambar diminta untuk diubah menjadi “Smart layer”, klik saja [Yes]. Layer duplikasi akan terbalik secara vertikal. Ubah blending mode layer tersebut—melalui lewat menu drop-down di atas boks dialog Layer—menjadi [Multiply]. Geser layer hingga refleksinya berada tepat di bawah obyek utama.

Refleksi tidak akan memunculkan obyek utama secara utuh. Umumnya, ada kesan gradasi di refleksi. Untuk membuatnya, manfaatkan fasilitas gradient tool. Pertama, buat dulu mask layer dengan mengklik layer duplikasi, lalu klik [Layer] > [Layer Mask] > [Reveal All].

Setelah terbentuk layer mask, klik [Gradient Tool]. Pastikan warna yang terpilih di dua kotak warna—foreground dan background color—adalah hitam dan putih. Pilihlah mode [Black to Transparant] pada menu “Gradient Editor” di sisi atas, lalu gunakan gradasi jenis [Linier].

Klik tarik gradient tool dari arah bawah ke atas pada layer mask di layer hasil duplikasi hingga mendekati posisi foto obyek utama. Lihatlah, kini obyek pada layer duplikasi tampak seperti samar-samar. Supaya tidak terlalu tajam, turunkan sedikit nilai opacity layer duplikasi.

Buatlah bayangan jatuh di bawah kelereng menggunakan [Elliptical Marquee Tool]. Buatlah bentuk oval dalam layer baru di bawah layer kelereng, warnai hitam, lalu beri filter [Filter] > [Blur] > [Motion Blur]. Pilih “Angle” 0 derajat, lalu nilai “Distance” maksimal. Klik [OK]. Lihat hasilnya.

Source: PC Plus

Jumat, 20 Agustus 2010

Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan bagian yang disebut "modem", seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat keras yang sering digunakan untuk komunikasi pada komputer.

Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan kepada modem untuk diubah menjadi sinyal analog. Sinyal analog tersebut dapat dikirimkan melalui beberapa media telekomunikasi seperti telepon dan radio.

Setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut diubah menjadi sinyal digital kembali dan dikirimkan kepada komputer. Terdapat dua jenis modem secara fisiknya, yaitu modem eksternal dan modem internal.


Modem terbagi atas:


1. Modem analog yaitu modem yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital

2. Modem ADSL
3. Modem kabel yaitu modem yang menerima data langsung dari penyedia layanan lewat TV Kabel
4. Modem CDMA
5. Modem 3GP
6. Modem GSM

Source: http://id.answers.yahoo.com

Beberapa contoh modem




Kamis, 15 Juli 2010

Tips perawatan laptop


Di era teknologi ini Laptop sudah menjadi bagian dari kebutuhan yang tidak terpisahkan. dengan harga yang variatif dan bersaing konsumen bebas untuk memilih laptop sesuai keinginan dan kebutuhan. Di bawah ini saya mencoba berbagi tips mengenai perawatan laptop, diantaranya:

1. Jangan sembarangan mengunggah software gratis dari internet, terlebih lagi software yang seolah-olah antivirus. Gunakan sofware yang anda dapatkan dari paket laptop yang anda beli. Virus bisa merusak laptop jika anda semabarangan menggunakan software dari internet. Jika ingin menggunakan software hasil download, pastikan anda sudah scan software tersebut dengan antivirus yang anda miliki.

2. Jangan meletakkan laptop dilantai. Bila laptop anda letakkan di lantai, kemungkinan laptop untuk terinjak kaki orang atau binatang peliharaan sangat besar. Anak kecil akan mengira bahwa laptop anda sebagai mainan. Laptop yang diletakkan di lantai juga cepat kotor karena debu.

3. Tancapkan ke stabilizer laptop anda. Jika anda sedang bekerja di laptop dengan menggunakan listrik (tanpa baterai) sebaiknya gunakan stabilizer yang bisa mencegah terjadinya tegangan listrik tidak stabil ke laptop anda.

4. Jangan letakkan benda apapun diantara keyboard dan layar laptop dan kemudian menutup laptopnya. Hal ini sangat berbahaya karena resiko layar akan tergores menjadi sangat besar. Anda tentu tidak ingin mengganti layar laptop hanya gara-gara tergores bukan?

5. Jangan meletakkan permukaan laptop pada permukaan yang terlalu empuk, misalnya sofa. Hal ini menyebabkan laptop kelihatan tenggelam ke dalam sofa dan menghambat keluarnya panas dari dalam laptop.

6. Berhati-hatilah ketika membawa laptop dalam tas. Jangan gunakan sembarang tas untuk membawa laptop. Gunakan tas yang khusus digunakan untuk membawanya sehingga benda-benda lain tidak menggoresnya.

7. Jangan pernah minum atau makan disekitar laptop, apalagi meketakkan minuman diatasnya. Hal ini sangat berbahaya karena laptop sangat peka terhadap cairan. Bila cairan sampai masuk ke dalam keyboard, bisa memungkinkan kerusakan laptop anda.

8. Jangan pernah berusaha untuk membongkar laptop anda sendiri. Laptop tidaklah seperti radio atau tape recorder biasa. Banyak bagian yang sangat kecil yang dari pabriknya saja sudah dirakit dengan menggunakan robot. Jika anda ceroboh, laptop anda bisa semakin parah kerusakannya. Bawalah selalu laptop yang rusak ke dealer atau service center.

Rabu, 30 Juni 2010

Cara cetak alamat di amplop

Sesekali kita harus mencetak alamat pada media amplop atau label kertas tempel yang untuk disematkan diundangan maupun suvenir. Mungkin cara yang selama anda lakukan selama ini tergolong klasik, yaitu mengetikkan sehalaman penuh teks alamat yang akan dicetak. Ini memakan banyak waktu.
Mulai saat ini anda bisa mengubah kebiasaan itu dengan memanfaatkan fitur Envelopes. Dengan fitur ini anda dapat mencetak alamat di media amplop atau label tanpa bersusah payah mengatur posisinya. Mulailah dengan mengklik opsi Envelopes yang tersimpan di tab Mailing.
  1. Untuk mencetak teks alamat di media amplop, pilihlah tab Envelopes. Lanjutkan dengan mengisi alamat penerima di boks Delivery Address dan alamat pengirim di Return Address. Kliklah check box Omit jika kamu tidak ingin menyisipkan alamat pengirim.
  2. Untuk kostumasi amplop dan huruf, lakukan konfigurasi di boks Envelope Options dengan mengklik tombol Options……Kik tombol “OK” jika sudah selesai dengan konfigurasinya dan kembali ke boks utama.
  3. Gunakann tombol “Add to Document” jika ingin menambahkan ke dokumen yang sedang aktif. Alternatif, klik tombol “Print” untuk melanjutkan ke proses pencetakan.
Selamat mencoba....