Tampilkan postingan dengan label Lensa Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lensa Manusia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Agustus 2011

Lebaran

Mencermati perilaku masyarakat jelang lebaran: pasar2 ramai, toko bangunan, toko2 kue ramai, toko kelontong penuh sesak, mall2, pusat fashion apalagi ironis masjid, musholla pada sepi"ditinggalkan" umat. Semakin dekati lebaran libido masyarakat untuk berprilaku konsumtif semakin tinggi seakan tidak ada kehidupan lagi setelah lebaran, semuanya harus habis dan dihabiskan sebelum lebaran atau pada saat lebaran. Kemana esensi puasa yang katanya menahan nafsu termasuk nafsu menahan libido kita untuk tidak terlalu konsumtif....??? Semoga kita dapat raih kemenangan yang sejati, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H. Taqobbalallahu minna waminkum, Minal Aidzin wal Faizin mohon ma'af lahir dan batin.

Minggu, 12 Desember 2010

Kelebihan Berpuasa di Bulan Muharram dan Peristiwa yang Menyertainya

Sudah lama tidak ngeblog rasanya kangen juga dengan sahabat semua. Baru-baru ini kita memperingati tahun Baru Islam 1 Muharram 1432 H. Banyak tuntunan bagi umat Islam dan juga peristiwa yang menyertainya.

Dari Ibnu Abbas r.a berkata Rasulullah S.A.W bersabda : " Siapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka Allah S.W.T akan memberi kepadanya pahala 10,000 malaikat dan siapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumrah, dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah S.W.T akan menaikkan dengan setiap rambut satu darjat. Dan siapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari Aasyura, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh ummat Rasulullah S.A.W yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka."
Lalu para sahabat bertanya Rasulullah S.A.W : " Ya Rasulullah S.A.W, adakah Allah telah melebihkan hari Aasyura daripada hari-hari lain?". Maka berkata Rasulullah S.A.W : " Ya, memang benar, Allah Taala menjadikan langit dan bumi pada hari Aasyura, menjadikan laut pada hari Aasyura, menjadikan bukit-bukit pada hari Aasyura, menjadikan Nabi Adam dan juga Hawa pada hari Aasyura, lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari Aasyura, dan Allah S.W.T menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api juga pada hari Aasyura, Allah S.W.T menenggelamkan Fir'aun pada hari Aasyura, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari Aasyura, Allah S.W.T menerima taubat Nabi Adam pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengampunkan dosa Nabi Daud pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari Aasyura, dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Aasyura.

Senin, 09 Agustus 2010

Megengan

Megengan….??? Siapa yang tidak kenal dan tidak tahu…? Apalagi orang jawa, wah yang namanya megengan tidak asing lagi. Megengan berasal dari kata “megeng” yang berarti menahan. Arti menahan disini adalah menahan segala sesuatu yang sekiranya puasa seseorang tidak sah atau batal. Tradisi megengan merupakan ritual selamatan yang dilaksanakan masyarakat Jawa yang sudah bercampur dengan unsur Islam dengan dasar beramal atau bershodaqoh. Megengan dapat juga diartikan selamatan atau kenduren (kenduri) yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa pada khususnya dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Megengan merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa bersyukur masyarakat Jawa (Islam) karena mereka bisa bertemu kembali dengan Bulan Ramadhan pada tahun tersebut, karena tidak semua orang bisa menikmati untuk bertemu dengan bulan Ramadhan, ada yang sakit bahkan ada yang sudah meninggal dunia sebelum bertemu Ramadhan berikutnya. Megengan dapat bertujuan juga untuk menghindarkan dari bencana atau sengkolo.


Tradisi megengan biasanya berupa makanan (nasi dan kue), pelaksanaannya ada yang dibawa (dikumpulkan) di surau (Musholla), ada yang makanan itu diantarkan ke tetangga, atau ada yang dibuat semacam kenduri digilir ke rumah-rumah. Ada satu ciri khas kue yang tidak pernah ketinggalan yaitu Apem, sebuah kue yang terbuat dari tepung beras ada yang dibentuk sekedar bulat, atau ada yang berbentuk bermacam-macam dan diberi warna. Menurut mereka apem melambangkan payung yang melindungi kita dari marabahaya selama bulan Ramadhan. Dan yang tidak ketinggalan pula adalah pisang yang melambangkan tangkai (wasilah) dari payung yang melindungi kita.
Tradisi megengan tidak hanya dilakukan di desa atau lembaga non formal, tapi juga lembaga formal, salah satunya di instansi saya (eh salah....... maksudnya instansi tempat saya bekerja) ini:









Minggu, 18 Juli 2010

Tradisi dan Tuntunan

Di tengah kehidupan moderen seperti sekarang ini kelestarian tradisi sebagai hasil budaya masih saja hidup di tengah masyarakat, bagi sebagian masyarakat tradisi adalah identitas dan jati diri masyarakat yang membedakan masyarakat yang satu dengan yang lainnya. Dengan catatan di tengah semakin tingginya kesadaran beragama nilai-nilai tradisi tetap lestari tanpa merusak nilai-nilai ajaran agama. Kita teringat bagaimana penyebar agama Islam di Pulau Jawa - Walisongo menyebarkan ajaran islam dengan melakukan pendekatan budaya masyarakat setempat tanpa menghilangkan makna tradisi dan makna yang terkandung dalam ajaran agama. Berikut potret hasil bidikan pada acara Aqiqah dan ritual yang menyertainya


Uang yang disebarkan kemudian diperebutkan
(yang 50.000 dan 100.000 gak termasuk mungkin.....ha ha ha )




Masyarakat berebut uang kecil (awas bertabrakan lho.....)





Ini baru giliran si kecil rambutnya dicukur (dikit aja.....)



setelah dicukur nah rambutnya di buang dalam air bunga ini
(biar wangi kali ya....hmmm....)